Waktu,
Adalah ujian seberapa lama cinta bisa menunggu.
Jarak
Adalah ujian seberapa jauh cinta bisa melewati perjalanan....
Perbedaan
Adalah ujian seberapa pandai cinta bisa saling memahami.
Kesempatan,
Adalah ujian seberapa teguh cinta bisa memutuskan.
Masalah,
Adalah ujian seberapa tangguh cinta bisa bertahan.
Dan terakhir, Melepaskan,
Adalah ujian seberapa rindu cinta bisa kembali. Karena jika dia adalah cinta sejati, sungguh dia akan kembali dan kembali lagi ke tempat terbaiknya.
Rabu, 20 Juli 2016
Selasa, 12 Juli 2016
Tidak pergi
Aku tidak Pergi..
Aku tidak Hilang..
Bersabarlah..
Aku masih ada dalam setiap DOAmu :')
dan Aku sedang Berjuang dalam Ketaatan kepada-Nya..
Aku tidak Hilang..
Bersabarlah..
Aku masih ada dalam setiap DOAmu :')
dan Aku sedang Berjuang dalam Ketaatan kepada-Nya..
Sabtu, 09 Juli 2016
Ketika kerinduan sosok seorang ayah kembali melanda
Entah bagaimana aku akan menyatakan semuanya, yang jelas kerinduan ini sudah mencapai titik jenuh yang tak pernah kutemukan tempatku kembali. Tuhan, semenjak kau jemput dia kembali ke rumahmu, kau sendiri tahu betapa aku hancur saat itu, hingga tak ku kenal lagi siapa diriku, kucari pelarian dengan kebahagian orang-orang yang ada di sekitarku, tapi aku tak cukup pintar untuk mengenal mereka yang sesungguhnya. Hhhh…. bukan Pa, bukan papa yang kubenci di sini, tapi keadaan, keadaan dan mereka.
Mereka yang pintar memakai topeng berhati malaikat, anggap sajalah aku si bodoh yang percaya saat itu. Dan ketika semua kau tinggalkan, aku tertatih berdiri sendirian, menguatkan hatiku, menguatkan ibuku, ketika kepergianmu mengantarkanku pada perubahan kehidupan, di sinilah aku mengenal siapa mereka sesungguhnya, bagaimana mereka di balik topeng yang mereka pakai kenyataannya mereka tak sesuci yang kau kenal dulu.
Rasa-rasanya sekarang aku ingin berlari, ke mana sajalah asal aku menemukanmu, ingin kujeritkan semua keluh ini, ingin kukatakan aku benci dengan mereka, ingin kulukiskan seberapa sulitnya semua ini, atau setidaknya aku tak perlu melakukan semua itu, aku hanya ingin kau dekap dan kau rasakan sakit yang ku rasakan, bisakah hal sesimple itu kulakukan sekarang?
Sampaikanlah pada Tuhan, Pa. Bahwa aku tak meminta kau untuk kembali, atau menyesali takdirnya kini, tapi aku hanya meminta kekuatannya agar aku tetap berada di jalannya, sehingga aku tak salah jalan lagi seperti awal kau tinggalkan aku disini.
Kepergianmu memang kusesali, tapi aku harus bangkit, kerasnya hidup mengharuskan aku untuk lebih keras lagi, kau tahu akulah satu-satunya puteri yang kau miliki, kurasa tak mudah menjadi seperti sekarang ini, semuanya berbanding terbalik, di saat dulu aku selalu kau dengar, dan kini aku harus menjadi pendengar, saat dulu aku yang selalu meminta, kini aku harus menjadi pemberi, di saat dulu aku adalah anak yang kau tanggung jawapi, kini aku harus menjadi penangung jawab mereka berdua, di saat dulu aku mengadu, kini aku harus menjadi tempatnya mengadu, di saat dulu aku yang slalu kau dekap, kini aku yang harus mendekap.
Sekarang aku mulai terbiasa Pa, terbiasa dengan sakit, terbiasa dengan keras, kau yang mengajarkan jika hidup keras maka aku harus lebih keras lagi, kunikmati semua kerinduan ini, tak kupedulikan mereka yang mencaci, mencoba menjatuhkan, menggoda bersama setan, merendahkan, bahkan harga diriku ikut terinjakkan, aku belajar diam darimu, diam dari semua yang ku dengar, dan aku berusaha membuktikan pada mereka yang berkicau bahwa aku yang kecil ini mampu menjadi besar! Seperti itu juga janji yang telah kuucapkan kemarin
Minggu, 02 Agustus 2015
Izin kan aku seperti Fatimah Az Zahra
Mencintaimu dalam diam dan doaku...
Adalah sebuah pilihan yang sekarang aku tegaskan dalam diri.
Bahwa mencintaimu, hanya perlu membawa namamu saja dalam doa-doaku.
.
Mencintaimu dalam tiap lembar doa yang menguntai tangga hingga kelangit.
Aku berharap, kelak segalanya akan tersampaikan dengan baik dan dengan caraNya.
.
Karena aku, ingin seperti fatimah yang mencintai ali dalam diam.
Karena aku, ingin seperti ali yang mencintai fatimah dalam hening.
Bahkan, tak ada satu pun yang tahu kecuali Rabb.
.
Dulu, aku memilih menunjukan sejuta rasa kepada nya.
Dulu, aku memilih menyapanya dalam segala hal.
Namun saat ini, aku hanya ingin mencintaimu dalam diam dan doaku.
.
Biarkan sajadah ini menjadi saksi.
Atas segala doa yg ku titipkan atas namamu.
Biarkan tasbih ini menjadi saksi, atas segala dzikir kerinduan yang aku redupkan dalam setiap saat.
.
Aku ingin tetap hening.
Aku ingin tetap sunyi.
Dan sekali lagi, aku ingin seperti fatimah az zahra yang selalu berusaha menyembunyikan jutaan rasa dalam hatinya.
.
Dan, kamu yang selalu ku sebut dalam doa. Berbahagialah, karena namamu masih menjadi bagian utama dalam setiap doaku setelah doa untuk Ibu dan Bapakku
Selasa, 07 Juli 2015
Semua yg bernyawa akan merasakan mati
Sahabatku,
Tidakkah kau berpikir bahwa dunia semakin pengap?
Semakin mencekam dan gelap?
Tidakkah kau merasa bahwa tak selamanya kau berdiri dengan tegap?
Menatap langit dengan penuh harapan yang mantap?
.
Sahabatku,
Jika kau tengah dipuncak kejayaanmu, tengoklah ke bawah.
Mungkin kau akan menemukan sisa sisa peluhmu di saat kau menengadah.
Jika kau tengah di puncak kejayaanmu,ingatlah dengan sepenuh hati.
Mungkin kau akan terjatuh dan mendapati diri tengah meratapi.
.ri
Sahabatku,
Dunia memang mengasyikkan, penuh dengan gemerlap yang menyejukkan.
Tapi ingatlah bahwa semua itu hanyalah titipan.
Semua itu hanyalah dusta dan kebohongan.
Semua itu hanyalah candu dan rayuan.
.
Sahabatku,
Janganlah kau terjerembab dalam jurang kenistaan.
Janganlah kau terjebak dalam palung kehinaan.
Janganlah kau terpisah dalam dinding kemunafikan.
Hanya karena dunia yang mengecohkan.
.
Ingatlah, suatu hari kau akan kembali.
Berpulang kepada Sang Ilahi Rabbi.
Tidakkah kau sadar?
Dia telah berfirman, bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
.
Sungguh tidakkah kau merasa malu akan kelengahanmu?
Tidakkah kau takut akan segala kesalahan dan dosamu?
.
Sahabatku,
Berjalanlah dengan sepenuh kesadaran akan Tuhanmu.
Bangkitlah jika kau merasa mulai jatuh ke dalam hiruk pikuk dunia ini.
Ingatlah, bahwa kau akan mengakhiri semuanya, berpulang kembali padaNya.
Janganlah kau persulit dirimu dan mautmu dengan hiruk pikuk dunia.
.
Sahabatku,
Ingatlah kematian itu sangat dekat.
Hingga kau tak bisa melihat.
Namun yakinlah, Allah akan menggantikannya dengan kekal di akhirat. :)
Tidakkah kau berpikir bahwa dunia semakin pengap?
Semakin mencekam dan gelap?
Tidakkah kau merasa bahwa tak selamanya kau berdiri dengan tegap?
Menatap langit dengan penuh harapan yang mantap?
.
Sahabatku,
Jika kau tengah dipuncak kejayaanmu, tengoklah ke bawah.
Mungkin kau akan menemukan sisa sisa peluhmu di saat kau menengadah.
Jika kau tengah di puncak kejayaanmu,ingatlah dengan sepenuh hati.
Mungkin kau akan terjatuh dan mendapati diri tengah meratapi.
.ri
Sahabatku,
Dunia memang mengasyikkan, penuh dengan gemerlap yang menyejukkan.
Tapi ingatlah bahwa semua itu hanyalah titipan.
Semua itu hanyalah dusta dan kebohongan.
Semua itu hanyalah candu dan rayuan.
.
Sahabatku,
Janganlah kau terjerembab dalam jurang kenistaan.
Janganlah kau terjebak dalam palung kehinaan.
Janganlah kau terpisah dalam dinding kemunafikan.
Hanya karena dunia yang mengecohkan.
.
Ingatlah, suatu hari kau akan kembali.
Berpulang kepada Sang Ilahi Rabbi.
Tidakkah kau sadar?
Dia telah berfirman, bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
.
Sungguh tidakkah kau merasa malu akan kelengahanmu?
Tidakkah kau takut akan segala kesalahan dan dosamu?
.
Sahabatku,
Berjalanlah dengan sepenuh kesadaran akan Tuhanmu.
Bangkitlah jika kau merasa mulai jatuh ke dalam hiruk pikuk dunia ini.
Ingatlah, bahwa kau akan mengakhiri semuanya, berpulang kembali padaNya.
Janganlah kau persulit dirimu dan mautmu dengan hiruk pikuk dunia.
.
Sahabatku,
Ingatlah kematian itu sangat dekat.
Hingga kau tak bisa melihat.
Namun yakinlah, Allah akan menggantikannya dengan kekal di akhirat. :)
Senin, 06 Juli 2015
KAMU
Malam ini, aku sedang memikirkan apa itu kebahagiaan.
Kau tahu siapa yang pertama kali muncul di benakku?
Kau.
Hadirmu ajarkan ku banyak sesuatu perihal kehidupan.
Kesederhaanmu, kesabaranmu, kerendahan hatimu.
Sanggup membuatku jatuh hati.
Beberapa hal untukmu yang aku suka;
Aku suka merayumu dengan doa.
Aku suka memelukmu erat dalam doa.
Aku suka memanjakanmu dalam doa.
Aku suka menjagamu dalam doa.
Maaf jika doa-doaku belum indah.
Maaf jika cintaku belum tumbuh sempurna.
Maaf jika kasih sayangku masih belum cukup.
Tapi percayalah.
Tuhan tahu, jika di dalam doa dan sujudku aku memintamu.
Dalam tabah rindu, aku begitu ingin berdamai sesegera mungkin dengan waktu.
Aku ingin meniadakan apa pun yang mengganggu.
Termasuk jarak.
Apakah kau tahu?
Aku begitu menyukai waktu dimana kita dipertemukan.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling mencintai.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling menggenggam.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling takut kehilangan.
Mungkin saat ini mencintaimu dalam doa dan diam adalah cara terbaik.
Biarkan kita menang, benar-benar.
Untukmu, untuk kita, aku ingin menang telak.
Meski terlebih dulu harus melawan waktu dan jarak.
Aku mencintaimu.
Jatuh cinta denganmu, melengkapi kebahagiaanku.
Hidup bersamamu, melengkapi keseluruhanku.
Tetaplah denganku, di kehidupanku yang bagaimana pun.
Tanpamu mungkin aku akan tetap baik-baik saja, tapi percayalah aku tidak suka dengan apa pun yang tanpamu. :')
Kau tahu siapa yang pertama kali muncul di benakku?
Kau.
Hadirmu ajarkan ku banyak sesuatu perihal kehidupan.
Kesederhaanmu, kesabaranmu, kerendahan hatimu.
Sanggup membuatku jatuh hati.
Beberapa hal untukmu yang aku suka;
Aku suka merayumu dengan doa.
Aku suka memelukmu erat dalam doa.
Aku suka memanjakanmu dalam doa.
Aku suka menjagamu dalam doa.
Maaf jika doa-doaku belum indah.
Maaf jika cintaku belum tumbuh sempurna.
Maaf jika kasih sayangku masih belum cukup.
Tapi percayalah.
Tuhan tahu, jika di dalam doa dan sujudku aku memintamu.
Dalam tabah rindu, aku begitu ingin berdamai sesegera mungkin dengan waktu.
Aku ingin meniadakan apa pun yang mengganggu.
Termasuk jarak.
Apakah kau tahu?
Aku begitu menyukai waktu dimana kita dipertemukan.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling mencintai.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling menggenggam.
Aku begitu menyukai waktu dimana kita saling takut kehilangan.
Mungkin saat ini mencintaimu dalam doa dan diam adalah cara terbaik.
Biarkan kita menang, benar-benar.
Untukmu, untuk kita, aku ingin menang telak.
Meski terlebih dulu harus melawan waktu dan jarak.
Aku mencintaimu.
Jatuh cinta denganmu, melengkapi kebahagiaanku.
Hidup bersamamu, melengkapi keseluruhanku.
Tetaplah denganku, di kehidupanku yang bagaimana pun.
Tanpamu mungkin aku akan tetap baik-baik saja, tapi percayalah aku tidak suka dengan apa pun yang tanpamu. :')
Minggu, 05 Juli 2015
Akan ada saatnya
Akan ada saatnya,
hanya akan ada satu tangkai mawar yang akan aku terima hanya dari satu orang yang telah halal tuk kubersamanya.
akan ada saatnya,
bila Allah ijinkan,
hanya akan ada satu rangkaian mawar yang akan aku genggam, hanya darinya satu laki laki yg menjadi jawaban dari doa doaku padaNya.
akan ada saatnya,
bila Allah ijinkan,
hanya akan ada satu tangan yang slalu erat kugenggam, yang kan senantiasa membimbingku, menasehatiku tiada lelah, dan mengajakku bersama sama menuju jannahNya.
akan ada saatnya,
hanya akan ada satu pasang mata, yang akan kutautkan ketaatanku padanya,
hanya akan ada satu nama yang kan membimbingku melangkah menuju keridhaanNya.
hanya satu..
satu lelaki yang aku tunggu,
yang apabila bersamanya aku merasa lebih dekat dengan Rabbku.
.
hanya akan ada satu laki laki yang kepadanya kutautkan segala ketaatanku.
Yang hanya satu, dirinya lah kuukir cinta karena Rabbku.
.
satu nama,
satu orang yg padaNya tiada lelah ku bermuhasabah untuk dirinya.
.
hanya akan ada satu nama.
entah siapapun dia.
bila Allah ijinkan.
Aku menunggumu dalam diam.
Akan ada saatnya,
hanya akan ada satu tangkai mawar yang akan aku terima hanya dari satu orang yang telah halal tuk kubersamanya.
akan ada saatnya,
bila Allah ijinkan,
hanya akan ada satu rangkaian mawar yang akan aku genggam, hanya darinya satu laki laki yg menjadi jawaban dari doa doaku padaNya.
akan ada saatnya,
bila Allah ijinkan,
hanya akan ada satu tangan yang slalu erat kugenggam, yang kan senantiasa membimbingku, menasehatiku tiada lelah, dan mengajakku bersama sama menuju jannahNya.
akan ada saatnya,
hanya akan ada satu pasang mata, yang akan kutautkan ketaatanku padanya,
hanya akan ada satu nama yang kan membimbingku melangkah menuju keridhaanNya.
hanya satu..
satu lelaki yang aku tunggu,
yang apabila bersamanya aku merasa lebih dekat dengan Rabbku.
.
hanya akan ada satu laki laki yang kepadanya kutautkan segala ketaatanku.
Yang hanya satu, dirinya lah kuukir cinta karena Rabbku.
.
satu nama,
satu orang yg padaNya tiada lelah ku bermuhasabah untuk dirinya.
.
hanya akan ada satu nama.
entah siapapun dia.
bila Allah ijinkan.
Aku menunggumu dalam diam.
Langganan:
Postingan (Atom)
