Minggu, 02 Agustus 2015

Izin kan aku seperti Fatimah Az Zahra

Mencintaimu dalam diam dan doaku...

Adalah sebuah pilihan yang sekarang aku tegaskan dalam diri.
Bahwa mencintaimu, hanya perlu membawa namamu saja dalam doa-doaku.
.
Mencintaimu dalam tiap lembar doa yang menguntai tangga hingga kelangit.
Aku berharap, kelak segalanya akan tersampaikan dengan baik dan dengan caraNya.
.
Karena aku, ingin seperti fatimah yang mencintai ali dalam diam.
Karena aku, ingin seperti ali yang mencintai fatimah dalam hening.
Bahkan, tak ada satu pun yang tahu kecuali Rabb.
.
Dulu, aku memilih menunjukan sejuta rasa kepada nya.
Dulu, aku memilih menyapanya dalam segala hal.
Namun saat ini, aku hanya ingin mencintaimu dalam diam dan doaku.
.
Biarkan sajadah ini menjadi saksi.
Atas segala doa yg ku titipkan atas namamu.
Biarkan tasbih ini menjadi saksi, atas segala dzikir kerinduan yang aku redupkan dalam setiap saat.
.
Aku ingin tetap hening.
Aku ingin tetap sunyi.
Dan sekali lagi, aku ingin seperti fatimah az zahra yang selalu berusaha menyembunyikan jutaan rasa dalam hatinya.
.
Dan, kamu yang selalu ku sebut dalam doa. Berbahagialah, karena namamu masih menjadi bagian utama dalam setiap doaku setelah doa untuk Ibu dan Bapakku